Serpong, 08 Juli 2026-Kementerian Agama RI melalui Dit. KSKK Madrasah memfasilitasi pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidik Madrasah Inklusif (FPMI) di Serpong, selama tiga hari terhitung mulai tanggal 8 hingga 10 Juli 2026. Bertempat di Swissbell Hotel, kegiatan ini sekaligus juga digunakan untuk mengukuhkan kepengurusan FPMI Pusat yang baru masa khidmat 2025-2030.
Dibidani secara langsung oleh Kasubdit GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) MA/MAK di Kementerian Agama, Dr. Imam Bukhori, M.Pd. agenda ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi dan menggerakkan para guru yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan sosial disabilitas.
Dalam arahan yang di sampaikannya, Dr. Imam Bukhori,M.Pd menegaskan bahwa Kementerian Agama berkomitmen penuh mendukung gerakan inklusifitas di madrasah. Ia juga menyoroti masih adanya madrasah yang menolak peserta didik penyandang disabilitas.
"Dalam beberapa kasus, madrasah masih ada yang menolak penyandang disabilitas. Karena itu forum ini penting untuk menyamakan visi, menyamakan pandangan terhadap inklusifitas," tegas Imam.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Imam Bukhori,M.Pd juga menyampaikan permohonan maaf karena keterbatasan anggaran, Kementerian Agama belum bisa memfasilitasi semua penggerak inklusif yang ada di lingkup Kementerian Agama.
"Namun saya berharap hal ini tidak mengurangi semangat inklusifitas di lingkungan Kementerian Agama. Semoga semangat guru-guru penggerak dalam bidang pendidikan inklusif tetap terjaga,"ujarnya.
Dr.Imam Bukhori,M.Pd berharap, sepulang dari rakernas ini akan ada penyatuan visi di tubuh FPMI. Ia juga berharap semoga dengan hadirnya FPMI dapat memberikan pemahaman terkait masih banyaknya pihak dalam hal ini guru dan madrasah yang tidak peduli bahkan menganggap sebagai beban.
"Tidak ada lagi friksi-friksi dalam pengurusan FPMI. Termasuk di daerah-daerah yang tidak atau belum terakomodir, dapat kita rangkul untuk kebersamaan dalam inklusifitas di lingkup Kementerian Agama," imbuhnya.
Rakernas ini juga menjadi momen bersejarah karena setelah Deklarasi Serpong pada 5 September 2020, FPMI kembali ke Serpong untuk pengukuhan pengurus FPMI Pusat masa khidmat 2025-2030.
Acara ini turut didukung oleh Tim Inovasi - Program Kemitraan dari Australia, yang diwakili oleh Cipto Prakoso dan Konsultan M. Ikhsan. Kehadiran mereka memperkuat aspek teknis dan pendampingan program pendidikan inklusif di madrasah. Dengan semangat kolaborasi Kemenag dan FPMI, diharapkan pada 2030 nanti madrasah di Indonesia benar-benar menjadi lembaga pendidikan yang ramah dan inklusif untuk semua.